125 Mantan GAM, Tapol/Napol, dan Korban Konflik di Langsa Dibekali Ketrampilan

 Langsa -  Sebanyak 125 mantan kombantan GAM, eks tapol/napol dan masyarakat korban konflik, Senin (25/11/2019) dibekali keterampilan atau life skill oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA), di aula Hotel Harmoni Langsa.



 

Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, saat membuka pembekalan ketrampilan ini,  mengatakan, masalah ketenagakerjaan merupakan masalah yang sangat pokok bangsa ini.

Bahkan dalam kaitannya dengan program-program pemerintah, persoalan ini selalu menjadi prioritas utama. 

Sementara bagi pemerintah daerah hal ini menjadi urusan wajib dan merupakan salah satu masalah yang krusial, dalam bidang ketenagakerjaan ini adalah masalah pengangguran.

Tingginya tingkat pengangguran atau pencari kerja yang terus bertambah secara signifikan setiap tahunnya, seiring bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai strata tingkat pendidikan.

Baik tingkat menengah atas hingga perguruan tinggi adalan seudan tantangan dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Langsa.


Namun disisi lain, terbatasnya lowongan kerja yang dapat menampung pencari kerja tersebut, sehingga penyerapan tenaga kerja terbatas. 



 

Untuk itu, Pemko Langsa menyambut baik kegiatan pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi mantan kombatan GAM, eks tapol/napol, dan masyarakat imbas konflik  oleh BRA Kota Langsa.

Tentunya kegiatan ini, tambah Marzuki Hamid, dilaksanakan dengan dasar suutu pemikiran bahwa para pencari kerja maupun penyandang masalah kesejahteraan sosial adalah tanggung jawab pemerintah dan semua pihak.

Berkaitan dengan kondisi ini, Pemko melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, menganggap upaya peningkatan kualitas SDM dalam hal ini para pencari kerja sebagai upaya strategis.



 

Untuk membekali tenaga kerja kita dalam penguasaan ketrampilan yang dapat digunakan untuk mencari nafkah melalui bekerja atau membuka usaha sendiri.

Ketua BRA Kota Langsa  Nurdin Djuned atau PS Teh, menyebutkan, program Reintegrasi Aceh merupakan bahagian dari komitmen perjanjian damai antara Pemerintah RI  dengan GAM melalui MoU),di Helsinki, Finlandia tahun 2005.

Program Reintegrasi Aceh ini memang diarahkan guna melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap mantan kombantan GAM, eks tapol/napol, masyarakat korban konflik, agar dapat mendongkrak roda perekonomian di Aceh. 

Kemudian, pelatihan ketrampilan ini juga akan lebih menekankan pada pembentukan keterampilan atau praktek, yang kelak akan menjadi dasar mereka semua dalam berwirausaha. (*)


 

Loading...

More Articles