3 Analisis Usai Spanyol Menang 4-0 atas Kepulauan Faroe

Klikmerdeka.com - Tim Nasional (Timnas) Spanyol sukses mempertahankan rekor kemenangan di Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020, usai menang atas Kepulauan Faroe di pertandingan keenam. Bermain di Estadio El Molinon, Asturias, Senin dini hari WIB (9/9), La Furia Roja membenamkan tim tamu dengan skor telak 4-0.

Tuan rumah membuka keunggulan di menit ke-13, lewat penyerang Valencia, Rodrigo. Selepas turun minum, Rodrigo kembali mencetak gol, yaitu di menit ke-50. Adapun Paco Alcacer yang masuk menggantikan Mikel Oyarzabal di menit ke-60, menambah dua lagi gol buat Spanyol di ujung pertandingan menit ke-89 dan 90+2, menjadikan laga berakhir 4-0.

Memuncaki klasemen Grup F, Spanyol mengoleksi 18 poin dari enam laga. Artinya, skuad arahan Roberto Moreno tersebut selalu meraih kemenangan. Sementara Kepulauan Faroe semakin terpuruk dasar klasemen, tak pernah menang, hanya mencetak tiga gol dan kebobolan 20 kali.

Selepas laga Roberto Moreno menyebut kemenangan tersebut didedikasikan kepada Luis Enrique. Diketahui sebelumnya, Enrique memutuskan mundur lantaran ingin bersama putrinya yang menderita kanker tulang. Namun, kurang dari dua pekan lalu, Xana Enrique menghembuskan nafas terakhirnya di usia 9 tahun.

"Saya tidak suka mengatakannya, tapi tim ini adalah miliknya (Luis Enrique) lebih dari siapapun. Ini sebuah hal yang kecil, tapi kami ingin mendedikasikan, khususnya di sini di El Molinon," ucap pengganti Enrique, Roberto Moreno.

Berangkat dari hasil kemenangan 4-0 Spanyol atas Kepulauan Faroe tersebut, berikut tiga analisis yang bisa disimak.

1. Rodrigo dan Paco Alcacer

Rodrigo Moreno (tengah) berselebrasi bersama rekan-rekannya. Foto: REUTERS/Eloy Alonso

Menghadapi Kepulauan Faroe, baik Rodrigo mau pun Paco Alcacer sukses mencetak brace. Meski gol yang dicetak sama-sama berjumlah dua buah, tapi kedua penyerang tersebut menampilkan permainan yang berbeda.

Pasalnya, Rodrigo dengan waktu yang jauh lebih lama sejatinya bisa mencetak gol lebih banyak. Penyerang asal Valencia tersebut terlihat tak terbiasa bermain sebagai penyerang tunggal, beberapa kali membuang peluang. Adapun dua golnya bisa dibilang lantaran kesalahan pemain belakang lawan.

Kala Paco Alcacer masuk, barulah Rodrigo bermain lebih baik walautak menambah gol. Pergerakan keduanya membuat Kepulauan Faroe keteteran, membuka celah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Alcacer. Penyerang asal Dortmund tersebut kemudian mencetak brace, berkat umpan Thiago dan menyambut crossing Jose Gaya.

2. Jose Gaya gemilang sebagai bek kiri

Jose Gaya (paling kanan). Foto: Reuters/Eloy Alonso

Bermain di sisi kiri pertahanan, selain solid, Jose Gaya juga tampil gemilang dengan kerap melakukan overlap membantu penyerangan. Bahkan, ancaman Spanyol dari sisi kiri merupakan buah dari kerja keras bek sayap Valencia tersebut.

Beberapa kali terlihat, Gaya selalu berada di posisi yang bagus dengan tetap berada di kiri, sementara Oyarzabal bergeser ke tengah. Alhasil bola sering mengalir kepadanya dan penetrasi dilakukan Gaya di sisi kiri untuk memberi ancaman kepada tim tamu.

Setelah laga mulai mendekati penghujung waktu normal, Gaya mulai bermain semakin menyerang dan menciptakan beberapa peluang untuk dirinya sendiri. Sayang, penyelesaian akhirnya buruk. Kemudian barulah di menit ke-90+2 dirinya mengirim umpan tarikyang disambut Alcacer dengan tandukan.

3. Thiago Alcantara impresif di lini tengah

Gelandang Bayern Muenchen, Thiago Alcantara. (Foto: Jorge Guerrero/AFP)

Sejatinya dalam beberapa laga terakhir Timnas Spanyol bermain kurang memuaskan. Namun, Thiago Alcantara kemudian jadi sosok yang tampil konsisten di lini tengah. Gelandang Bayern Muenchen tersebut jadi pembangun serangan dan pengatur tempo permainan di lini tengah.

Beberapa kali bola hanya berkutat di wilayah pertahanan Kepulauan Faroe, perlahan Thiago mulai terbiasa dan bisa menembus garis pertahanan yang dalam. Babak kedua, umpan Thiago menembus pertahanan lawan, membuat Rodrigo yang bebas mencetak gol. Jelang laga berakhir, Thiago melakukan penetrasi dari sisi kanan dan melepas umpan tarik kepada Alcacer yang kemudian jadi asis keduanya.

Punya akurasi umpan sebanyak 93,6 persen, delapan diantaranya umpan jarak jauh yang selalu tepat sasaran, kemudian mencatatkan enam umpan kunci, belum lagi sukses melakukan keseluruhan tiga dribel, serta 10 kali dari 15 duel dimenangkan, tak berlebihan menyebut Thiago Alcantara sebagai pemain terbaik di laga tersebut. (bob)

Loading...

More Articles