30 Yachter Dunia Meriahkan Sabang Marine Festival 2018

Sabang Marine Festival 2018 memiliki nuansa baru dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, even tahunan yang digelar oleh BPKS dimeriahkan oleh 30 yachter dunia, berkumpul menikmati keindahan Pulau Sabang.

Selain itu, Sabang Marine Festival 2018 juga mengkombinasikan nuansa modern dan tradisional. Seluruh peserta bisa menikmati nuansa adat istiadat nelayan tradisional Aceh, seperti kenduri laot dan sejumlah atraksi kesenian lainnya.

“Festival ini merupakan terobosan baru, bisanya hanya untuk internal sendiri, tetapi sekarang pemerintah kota mengkombinasikan antara modern dan tradisional, ini ada kapal Yarcht kemudian ada kenduri laot ada sampan dan festival nelayan,” kata Kepala BPKS, Dr Sayed Fadhil, SH,M.Hum Jumat (27/4/2018) usai pembukaan Sabang Marine Festival 2018 di Sabang Fair.

BACA: Sabang Marine Festival 2018 Resmi Dibuka

Sayed Fadhil mengaku, mulai saat ini sudah saatnya potensi destinasi wisata bahari Sabang harus ditingkatkan promosi ke internasional. Sehingga wisatawan mancanegara datang ke Sabang dan melihat langsung potensi yang ada di Sabang.

Selain itu, sebutnya, perpaduan nuansa modern dan tradisional yang tersedia di Sabang, semakin banyak yang bisa dilihar dan dinikmati oleh wisatawan.

“Jelas kita ingin membuka diri sekarang bahwa Sabang merupakan destinasi maritim internasional, jadi dengan adanya even seperti ini turis asing akan datang kemari dan mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana indahnya Sabang dan bisa menikmati dengan kapal-kapal Yarcht dan nuansa tradisional itu sendiri,” jelasnya.

Ia berharap, Sabang Marine Festival 2018 ini menjadi titik awal yachter-yachter yang ada di Phuket dan Langkawi bisa hijarah ke Sabang, untuk menikmati beragam kegiatan bernuansa tradisonal yang tidak dimiliki di lokasi wisata lainnya di dunia.

Sedikitnya ada 30 yachter lebih yang datang dari Canada, Amerika Serikat, New Zailand, Australia dan Jerman, selama 3 hari berada di Sabang sudah berbaur dengan masyarakat. Mereka melakukan interaksi dengan masyarakat sembari menikmati keindahan alam bawah laut di Sabang.

“Mereka melakukan kegiatan ada timbal balik, dengan masyarakat, masuk ke sekolah-sekolah, mereka memberikan edukasi bagaimana cinta bahari,” jelasnya.

Lanjutnya, di Sabang juga sudah terbentuk Sabang Yacht Club. Kehadiran komunitas ini akan lebih mudah mengkoordinir yachter-yachter internasional yang berkunjung ke Sabang. Mereka nantinya bisa menikmati semua potensi dan keindahan alam bawah laut Sabang.

Sayed Fadhil juga berpesan kepada warga Sabang agar bisa menerima tamu dengan baik. Ia yakin, warga Sabang sangat terbuka dan ramah dalam menerima tamu, sehingga Sabang bisa dijadikan poros maritim di Indonesia. “Masyarakat Sabang itu sangat heterogen, sehingga bisa menerima tamu-tamu dari mancanegara,” tutupnya. [jp/ril]

More Articles