Belajar Coding Sedang Tren Bagi Anak-anak di Cina, Bagaimana Dengan Indonesia?

Anak-anak di Cina berbondong-bondong mempelajari logika pemrograman komputer atau coding, bahkan sebelum masuk sekolah dasar. Lantas bagaimana kondisi anak di Indonesia dalam memahami teknologi komputasi?

Hanya mengenakan kacamata berbingkai hitam dan kaus merah, seorang bocah lelaki berusia delapan tahun di Cina membuka komputernya untuk memulai pelajaran pemrograman (coding) di internet. Bocah itu bukan murid, tapi dia adalah gurunya.

Bocah bernama Vita ini telah membuat saluran tutorial coding di situs berbagi video Cina, Bilibili, sejak Agustus 2019. Sejauh ini dia punya hampir 60.000 pengikut dan lebih dari satu juta kali orang melihat salurannya. Vita adalah salah satu di antara semakin banyak anak di Cina yang belajar coding bahkan sebelum mereka memasuki sekolah dasar.

Tren ini dipicu oleh kepercayaan di kalangan orang tua bahwa keterampilan menguasai bahasa pemrograman komputer akan sangat penting bagi remaja di Cina mengingat dorongan pemerintah akan penguasaan teknologi.

"Coding sebenarnya tidak mudah, tetapi juga tidak sulit - setidaknya tidak sesulit yang Anda bayangkan," ujar Vita yang tinggal di Shanghai. Bocah lelaki itu dengan sabar mengajarkan murid-murid yang sebagian besar adalah anak-anak berusia lebih tua darinya dan sebagian lagi orang dewasa muda.

 

 

Dengan sabar ia mengajarkan murid-muridnya, selangkah demi selangkah, lewat aplikasi pemrograman rancangan Apple, Swift Playgrounds

Sambil terus menerangkan, Vita juga dengan sengaja membuat beberapa kesalahan agar murid-muridnya bisa menghindari kesalahan pemula yang umum terjadi. "Ketika mengajar, saya juga belajar hal-hal baru pada saat yang sama," tambah Vita.

Tren kecerdasan buatan di Cina

Cina melakukan investasi besar-besaran di bidang robotik dan kecerdasan buatan. Tahun 2017 pemerintah Cina mengeluarkan rencana pengembangan kecerdasan buatan yang menyarankan agar kursus pemrograman diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Tahun lalu, Cina pun menerbitkan buku teks pertamanya tentang kecerdasan buatan, sementara Provinsi Zhejiang mendaftarkan pemrograman sebagai salah satu subjek ujian untuk masuk perguruan tinggi.

Bagi Vita, ayahnya lah yang selama ini jadi pendukung utama. Sang ayah, Zhou Ziheng, mengedit videonya dan membantu menjalankan saluran video itu. Zhou bekerja sebagai penerjemah lepas buku-buku dengan tema ilmiah dan teknologi. Ia pun mulai mengajar putranya cara menulis kode ketika Vita masih berusia lima tahun.

"Saya belajar coding ketika masih muda, jadi saya percaya bahwa Vita belajar coding di usia ini adalah sesuatu yang normal," katanya. Ketika Vita berusia empat tahun, mereka mulai dengan memainkan beberapa permainan komputer yang berhubungan dengan coding, yang menggunakan ikon untuk mengganti kode.

Setelah melihat bahwa Vita memainkan permainan ini dengan sangat baik, Zhou memutuskan untuk memberinya beberapa pekerjaan coding. Musim panas ini, Vita mengejutkan ayahnya dengan berhasil menulis ulang kode dalam aplikasi yang tidak bekerja dalam sistem yang ia perbarui sendiri.

Mulai dari usia sangat dini

Di Cina, nilai pasar pendidikan pemrograman untuk anak-anak mencapai 7,5 miliar yuan (nyaris senilai Rp 15 triliun) pada tahun 2017. Nilai ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 37,7 miliar yuan (sekitar Rp 75 triliun) pada tahun 2020, menurut Analysys, sebuah perusahaan analisis internet di Cina.

"Pendidikan pemrograman di sekolah umum di Cina dimulai sangat terlambat (dibandingkan dengan negara-negara maju), jadi kursus seusai jam sekolah kami menebus kekurangan ini," kata Pan Gongbo, manajer umum pusat pendidikan coding Tongcheng Tongmei yang berbasis di Beijing. Siswa termuda di sekolah itu masih berusia tiga tahun. 

Untuk anak berusia di bawah enam tahun, agensi ini menawarkan program khusus yang mencakup kegiatan seperti pembangunan Lego, yang juga menggunakan pengetahuan dan keterampilan coding. Menurut Pan, anak-anak di usia enam atau tujuh tahun sepenuhnya mampu belajar coding dalam perkembangan kognitif.

"Jangan meremehkan kecepatan belajar anak-anak. Di beberapa kursus kami, mereka belajar lebih cepat daripada orang dewasa," kata dia.

Seorang murid bernama Ji Yingzhe yang berusia sepuluh tahun telah mempelajari bahasa kode Python selama setengah tahun. Sebelumnya ia mengambil kursus selama satu semester untuk mempelajari dasar-dasar pembangunan robot, tetapi menurutnya itu terlalu mudah.

     

Loading...

More Articles