Ini 27 Tokoh Politik dan Pemimpin Dunia Paling Berpengaruh Versi TIME

Majalah TIME merilis daftar 100 Orang Paling Berpengaruh tahun 2019. Dari dafar itu, terdapat banyak tokoh dari berbagai kalangan, dari artis hingga pemimpin dunia paling terkenal.

Daftar ini dibagi menjadi lima kategori: para perintis, artis, selebriti, pemimpin atau tokoh politik, dan ikon dunia. Time mewawancarai beberapa tokoh-tokoh penting untuk dimintai pendapatnya soal para tokoh paling berpengaruh tersebut.

Beberapa nama besar di industri hiburan dan olahraga dunia antara lain Taylor Swift, Ariana Grande, LeBron James, Tiger Woods, Spike Lee, Dwayne Johnson 'The Rock', Sandra Oh dan banyak lagi. Dari dunia fesyen ada nama Claire Waight Keller dari Givenchy dan Pierpaolo Piccioli milik Valentino.

Para pemimpin paling berpengaruh sejagat yang ada dalam daftar itu antara lain Nancy Pelosi, Donald Trump, Greta Thunberg, Andres Manuel Lopez Obrador, Alexandria Ocasio-Cortez, Jacinda Ardern, Juan Guaido, Abiy Ahmed, Mitch McConnell, Brett Kavanaugh, Jane Goodall, Benjamin Netanyahu, Zhang Yiming, Hoesung Lee, William Barr, Pope Francis, Xi Jinping, Leana Wen, Imran Khan, Crown Prince Mohamed bin Zayed, Cyril Ramaphosa, Robert Mueller, Mahathir Mohamad, Matteo Salvini, Jair Bolsonaro, Zhang Kejian.

Yang menarik, dalam daftar itu ada nama Jacinda Ardern, perdana menteri (PM) Selandia Baru; Mahathir Mohammad, PM Malaysia; serta Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab.

Mohamed bin Zayed menjadi satu-satunya pemimpin politik Timur Tengah yang masuk daftar Time 100 tahun ini.

Donald Trump resmi menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS) sejak Januari 2017. Sejak memimpin AS, Trump kerap memberlakukan kebijakan luar negeri yang kontroversial; yang paling terkenal adalah soal pembanguan tembok perbatasan dengan Meksiko untuk mencegah imigran, penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, serta hubungan pasang surut dengan China, Korea Utara, Turki, dan Rusia.

Salah satu langkahnya yang paling berani adalah upaya pribadinya pada masalah Korea Utara. Trump tahun lalu bertemu dengan Kim Jong Un untuk pertama kalinya untuk membujuk negara itu melucuti senjata nuklirnya.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern memikat hati dunia setelah tragedi penembakan massal di dua masjid di Christchurch. Kepemimpinan Ardern sejak serangan teroris menjadi inspirasi bagi dunia.

Di tengah duka dan situasi buruk, Ardern dengan tenang merangkul rakyatnya; dengan bangga membela harapan, persatuan, dan inklusivitas dalam menghadapi ketakutan, perpecahan, dan kebencian.

Ardern juga tanpa ragu memberlakukan larangan senjata api hanya selang tiga pekan setelah tragedi terorisme tersebut. Kepeduliannya terhadap umat Muslin dan umat lainnya di Selandia Baru mengirim pesan yang kuat di seluruh dunia tentang nilai-nilai persatuan.

Yang paling penting, Ardern menegaskan Selandia Baru akan selalu melindungi, merayakan keragaman, dan keterbukaan.

Lalu, bagi Malaysia, Mahathir Mohammad menjadi 'penyelamat' setelah pendahulunya, Najib Razak, dituduh menggelapkan jutaan dolar dari dana pembangunan 1MDB negara itu.

'Anda tidak harus muda untuk melawan kekuatan'; ini menjadi slogan Mahathir yang memenangkan pemilu Malaysia pada Mei 2018 dalam usia 92. Kini, dengan usia itu, dia salah satu pemimpin paling tua di dunia.

Kini Mahathir berkomitmen untuk menyerahkan kekuasaan kepada mantan pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim (71). Anwar dia bebaskan dari penjara beberapa hari setelah kemenangannya. Bagi Malaysia, momen ini membangun kembali demokrasi di negara yang hampir menjadi totaliter itu.

Loading...

More Articles