Ini Dia Prediksi Duet Capres Cawapres Jelang Pendaftaran Capres

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 2019 masih menjadi teka-teki. Namun publik sudah disuguhkan dengan simulasi nama-nama capres dan cawapres. Beberapa partai politik sudah mendeklarasikan dukungan untuk calon presiden. Ada dua nama calon presiden yang sudah mendapat dukungan dari parpol secara resmi yakni Joko Widodo yang diusung PDIP bersama lima partai koalisinya dan Prabowo Subiantoyang diusung Gerindra.

Ada nama-nama lain calon presiden maupun calon wakil presiden yang sudah beredar di publik. Seperti Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan nama lainnya. Lembaga survei juga sudah mulai memprediksi capres dan cawapres yang dipilih rakyat.

Siapa saja yang akan berduet dalam pilpres 2019? Berikut prediksi nama-nama yang akan berduet capres dan cawapres 2019.

1. Anies Baswedan - Aher

Nama Gubernur DKI Anies Baswedan sedang menjadi perbincangan publik. Nama keduanya digadang-gadang untuk bertarung bertarung di Pilpres 2019. Beberapa partai politik mulai mensandingkan Anies dengan kader-kadernya partainya. Salah satunya PKS yang mengakui mempertimbangkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Calon Presiden yang bakal diusung.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan DPP PKS menampung aspirasi kader terkait kombinasi pasangan Capres-Cawapres. Muncul aspirasi untuk menduetkan Anies dan Ahmad Heryawan. "Semuanya aspirasi kami tampung termasuk yang mewacanakan Anies-Aher kan dari kader PKS," ujarnya.

2. Prabowo Subianto - Anies Baswedan

dari hasil survei beberapa lembaga, nama Gubernur DKI JakartaAnies selalu masuk dalam skema capres atau cawapres. Dalam survei Cyrus Network, nama Anies Baswedan diangap paling cocok untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Menurut Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto, responden yang memilih Anies mencapai 15,3 persen. Sedangkan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 14,8 persen dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 12,8 persen. 

Ketua tim pemenangan Partai Gerindra, Sandiaga S Uno mengatakan, pasangannya di DKI Jakarta itu memang telah berhasil mencuri hati dan perhatian petinggi parpol dan juga masyarakat. Karena itulah tak heran jika nama Anies banyak disebut di dalam bursa calon pemimpin Indonesia.

"Sebagai kader Gerindra tadi hasil pertemuan dengan Pak Prabowo dan ya pembicaraan dengan kader Gerindra dan beberapa teman-teman di mitra koalisi, Pak Anies ini memang mencuri hati dan mencuri perhatian dari semua teman-teman dan dimana masyarakat juga dapat diterima," jelasnya di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/7) malam.

3. JK - AHY

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarif Hasan mengatakan pengurus DPP akan membahas aspirasi kader terkait koalisi alternatif dan duet Jusuf Kalla- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam waktu dekat. Setelah dibahas di tingkat pengurus, hasil pembahasan akan dibawa ke Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Ke pengurus dulu dong, baru ke Majelis Tinggi. Tapi masih banyak opsi lain juga yang muncul. Salah satunya JK-AHY. Tapi kan kita belum putuskan siapa ini, kan banyak tokoh-tokoh yang potensial," kata Syarif saat dihubungi, Senin (2/7).

Namun, beredar kabar bahwa JK sudah menolak rencana diduetkan dengan putra sulung SBY. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasihat Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi. Dia mengatakan, JK sudah menyampaikan langsung kepada partai Demokrat.

4. Jokowi - TGB

Nama Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi digadang-gadang menjadi pemimpin masa depan. Bahkan nama TGB Zainal digadang-gadang cocok menjadi cawapres untuk Jokowi. 

EO Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menyebut peluang Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menjadi cawapres 2019 masih potensial. Belakangan, TGB menyiratkan dukungan untuk Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Masih terbuka tetapi saat ini karena beliau kemarin sudah memutuskan mengendorse Jokowi, itu berarti peluang dia sebagai cawapres adalah cawapres dari kubu Jokowi. Karena di kubu non petahana itu kayaknya namanya sudah dicoret," kata Djayadi di markas SMRC, Jakarta Pusat, Kamis (5/6).

TGB yang merupakan kader Demokrat, memuji kinerja Presiden Joko Widodo. Tak hanya memuji kinerja, TGB juga memandang sosok mantan Gubernur DKI itu layak maju kembali sebagai calon presiden.

Di mata TGB, Jokowi merupakan tipe pemimpin pekerja keras. Oleh karena itu, TGB menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta itu layak maju kembali sebagai calon presiden di Pilpres mendatang.

"Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan," ucap TGB. Sumber: Merdeka.com

Loading...

More Articles