Ini Penjelasan Wakapolda Aceh Soal Pria Teror Bom yang Tewas Didor

 LHOKSEUMAWE -  Penyergapan pria peneror bom di kawasan Desa Punteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada Minggu (1/12/2019) adalah tim satuan tugas (satgas) Polda Aceh yang tergabung dengan Polres Lhokseumawe. Tim tersebut dibentuk baru-baru ini.


 

Abdurrahman Bin Nurdin alias Tentra Rahman (37) asal Desa Peunteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara tewas setelah didor tim gabungan Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe di kawasan Desa Peunteut Kecamatan Sawang, pada Minggu (2/11) sekira pukul 22.00 WIB.

Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Aceh Brigjend Pol Drs Supriyanto Tarah MM kepada Serambinews.com menyebutkan, pria tersebut diburu petugas karena menguasai senjata ilegal.

“Dia memiliki senjata api, senjatanya laras panjang,” ujar Wakapolda Aceh.

Disebutkan, Abdurrahman dikategorikan termasuk dalam kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena memiliki senjata api dan kelompoknya.

“Dia (Abdurahman) jadi atensi kita karena memiliki senjata api, laras panjang,” ujar Brigjend Pol Drs Supriyanto Tarah MM.



 

nformasi yang diterima Serambinews.com, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari pria tersebut, antara lain senjata laras panjang dari pria tersebut. Sedangkan rompi yang diduga berisi bahan peledak diamankan tim Jibom.

Pria tersebut tiba RSU Cut Meutia Aceh Utara pada Senin (2/12/2019) sekitar pukul 01:30 WIB, atau tiga jam lebih setelah kejadian tersebut, setelah divisum sekira pukul 14.00 WIB dijemput keluarga didampingi polisi.


 

Abdurrahman Bin Nurdin alias Tentra Rahman (37) asal Desa Peunteut Kecamatan Sawang, Aceh Utara tewas setelah didor tim gabungan Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Desa Peunteut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Minggu (1/11/2019) sekira pukul 22:00 WIB.

Meski sudah meninggal dunia, polisi tak berani mendekat mayat karena pria ini ternyata memakai rompi yang diduga ada bahan peledaknya.



 

Karena itu, untuk memastikan kondisi pria tersebut, polisi berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom Detasemen B Jeulikat Polda Aceh di Lhokseumawe.

Informasi diperoleh Serambinews.com, beberapa hari sebelumnya, pria tersebut melakukan teror bom di SDN 17 Sawang dengan cara memasang di tiang bendera.

Bahkan dilaporkan, pria tersebut juga menaikkan selembar bendera di tiang bendera sekolah tersebut.

Tapi kemudian diturunkan petugas.

Kemudian pada Minggu (1/12/2019) sekira pukul 22.00 WIB, Abdurrahman mendatangi rumah Keucik Peunteut, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Ibrahim, meminta sejumlah uang.

Informasi tersebut  belakangan diketahui polisi, sehingga petugas langsung melakukan penyergapan ke kawasan tersebut.   

Setelah melakukan pengintaian dan pengendapan di sekitar rumah Keucik Peuntet, polisi melihat pelaku berada di sekitar rumah untuk mengambil uang.


 

Kemudian Tim Gabungan Polres Lhokseumawe mencoba melakukan penangkapan.

Tapi kemudian pria tersebut langsung kabur bersama senjata api laras panjang

Kemudian Anggota Polres Lhokseumawe melakukan penindakan tegas secara terukur dengan cara memberikan tembakan ke arah pelaku, sehingga berhasil melumpuhkannya.(*) 



 

Loading...

More Articles