Iran Peringatkan Warganya untuk Tidak Kunjungi Amerika Serikat

Otoritas Iran memperingatkan setiap warga negaranya, khususnya para ilmuwan, untuk tidak berkunjung ke Amerika Serikat(AS). Disebutkan otoritas Iran bahwa warga Iran di AS berpotensi menjadi target penahanan sewenang-wenang dan dalam jangka waktu lama dengan kondisi yang tidak manusiawi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/12/2019), peringatan ini disampaikan melalui imbauan perjalanan atau travel advisory terbaru yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (10/12) waktu setempat. 

"Warga negara Iran, khususnya para elite dan para ilmuwan, diminta untuk secara serius menghindari bepergian ke Amerika, bahkan untuk menghadiri konferensi ilmiah dan bahkan sekedar memenuhi undangan," demikian bunyi imbauan perjalanan pada situs Kementerian Luar Negeri Iran. 

 

alam imbauan perjalanannya, otoritas Iran merujuk pada 'aturan hukum Amerika yang kejam dan sepihak terhadap warga Iran, khususnya para elite Iran, dan penahanan sewenang-wenang dan lama dalam kondisi yang sepenuhnya tidak manusiawi'.

Pada Sabtu (7/12) lalu, AS dan Iran saling bertukar tahanan dalam kesepakatan langka antara dua negara yang bermusuhan sejak lama. Seorang mahasiswa AS bernama Xiyue Wang yang selama tiga tahun ditahan di Iran atas tuduhan spionase ditukar dengan seorang peneliti sel induk asal Iran bernama Massoud Soleimani yang dituduh melanggar sanksi AS untuk Iran. 

Soleimani ditangkap begitu mendarat di AS tahun lalu, saat dia menghadiri undangan untuk ikut program penelitian di sebuah klinik di Minnesota. Sejumlah warga Iran lainnya diketahui masih ditahan di penjara-penjara AS hingga kini, dengan kebanyakan dituduh melanggar sanksi AS.

 

Sementara itu, otoritas AS menuntut Iran untuk membebaskan sejumlah warganya yang ditahan di negara Syiah itu.

Beberapa di antaranya adalah pasangan ayah dan anak yang bernama Siamak dan Baquer Namazi, kemudian seorang veteran US Navy bernama Michael R White yang ditahan sejak tahun lalu dan seorang mantan agen FBI bernama Robert Levinson yang hilang di Iran sejak tahun 2007.
Dalam pernyataan pada Senin (9/12) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa Iran siap untuk melakukan pertukaran tahanan sepenuhnya dengan AS. "Bolanya kini ada di pihak AS," sebutnya.

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak Presiden Donald Trump tahun lalu menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan kembali memberlakukan sanksi. Iran merespons dengan secara bertahap menarik diri dari komitmen yang diatur dalam kesepakatan nuklir itu.

Loading...

More Articles