Jika Ekonomi Gonjang-ganjing dan Rakyat Kelaparan, Krisis 98 Bisa Kembali Terulang

Nilai tukar rupiah yang terjun bebas di tengah wabah virus corona baru atau Covid-19 semakin membuat rakyat Indonesia khawatir.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai rupiah melemah lantaran ada reses dunia yang disebabkan perang dagang antara Amerika dan China, termasuk pendemik virus corona. Di sisi internal, Indonesia juga masih mengandalkan impor dibanding ekspor

 

Kini dengan adanya pembatasan interaksi akan membuat perekonomian semakin lesu. Daya beli masyarakat juga akan semakin rendah.

 

Ujang memprediksi kurs rupiah akan terus lemah hingga menyentuh Rp 17.000 per dolar AS. Tak ayal, sambungnya, masyarakat akan gelisah karena khawatir krisis 1998 kembali terjadi. Sebab, pemicu yang sama yaitu faktor ekonomi dan politik kembali terjadi.

 

"Kalau ekonomi gonjang-ganjing terus dan masyarakat kelaparan dan tidak ditahan lagi ya sudah (kejadian)," tegasnya.

 

Faktor yang tak kalah penting adalah kecenderungan aparat keamanan yang dalam hal ini adalah tentara. Menurutnya, Jika tentara sudah memihak bahwa kondisi tersebut sangat gawat.

 

Faktor terakhir yang menurut Ujang dapat memicu peristiwa 98 kembali terulang adalah adanya pergeseran elit.

 

"Kalau ada menteri mundur karena tidak lagi percaya Jokowi, maka kejadian 1998 bisa saja terjadi,” ujarnya.

 

“Namun kalau elithya sudah tersandera dalam artian dukung pemerintah, ya artinya pemerintah masih bisa berjalan. Walaupun kepercayaan publik runtuh," tutup Ujang. [rm]

Loading...

More Articles