Kisah Nur Aqilah, Menangis di Makam Ibu Ceritakan Dapat Rapor Bagus hingga Banyak Netizen Haru

Sudah jadi hal yang umum dilakukan seorang siswa, bila menerima hasil ujian sekolah atau rapor yang bagus, maka akan diceritakan kepada keluarga di rumah.

Tapi sebuah foto yang viral di media sosial ini, menunjukkan tak semua orang beruntung bisa melakukan hal di atas.

Foto itu menunjukkan seorang siswi menangis di pemakaman.



 

Ia membawa beberapa lembar kertas.

Rupanya, pelajar itu membawa kertas rapor miliknya.

Selepas sekolah, ia pergi ke makam ibunya, untuk menceritakan nilai yang ia dapat di kuburan ibunya.

Kisah pelajar bernama Aqilah ini viral di media sosial, dan membuat banyak netizen menangis haru.

Dilansir MStar Malaysia, 22 November 2019, siswi itu ternyata bernama Nur Aqilah Afiah Muhammad Firdaus (12).

Ia merupakan pelajar dari Sekolah Kebangsaan Permatang To'Kandu, di Pematang Pauh, Pulau Pinang, Malaysia.

Nenek Aqilah, Aishah Mat Akat (63), mengatakan, cucunya itu sebenarnya seorang gadis yang ceria.



 

Tapi ia tak kuasa menahan haru setelah menerima hasil ujian sekolah.

Aishah kemudian menceritakan apa yang terjadi ketika itu.

"Aqilah ini anak yang ceria, tapi saat mengambil hasil ujian itu, dia menjadi sedih".

Dia sangat berharap saya datang ke sekolah untuk mengambil rapor," ujar Aishah.

"Opah (nenek), datanglah ke sekolah, gantikan Mama".

"Kalau Opah tak datang, nanti kawan-kawan lain ada mama mereka,"

"Aqilah sudah tak ada Mama untuk temani Aqilah ambil rapor," kata Aishah, menirukan permintaan cucu kesayangannya itu.

Aishah pun datang untuk menemani Aqilah mengambil rapt sekolah.

Tapi yang membuatnya heran, Aqilah ternyata tak mau membuka hasil rapot itu di sekolah.

Aqilah kemudian meminta ke neneknya, agar ia diantar ke kuburan Ibunya.

Dia bilang sudah tak sabar, dia hendak membagi kabar soal nilai rapornya itu dengan arwah ibunya".

"Bagi Aqilah, dia dapat merasakan ibunya hadir, setiap kali dia berziarah ke sana,"

Sambil memegang rapor, Aqilah mulai bersuara di kuburan ibunya.

Ia menyebut satu persatu nilai yang dia dapat.

"Saya hanya diam, saya birkan dia menumpahkan perasaan".

"Sepi saat itu, saya kemudian mulai mendengar dia menangis terisak," cerita Aishah.

S

Nur Aqilah saat menangis di makam ibunya. (MStar Malaysia)

Ibu Aishah, Allahiryam Ariani Amir, meninggal dunia di usia 35 tahun.

Dia meninggal ketika melahirkan anak ketiganya, pada November 2017.

Setiap minggu, Aqilah selalu datang berziarah ke makam ibunya.

Tak mau cucunya terus larut dala kesedihan, sang nenek meminta agar dia belajar sungguh-sungguh.

Sehingga nantin keberhasilan sang cucunya pasti akan membuat almarhumah ibunya bangga.

Di pemakaman itu, Aqilah rupanya tak kuasa menahan tangis, menceritakan ia sukses mendulang hasil ujian yang baik.

Sesuatu yang diyakininya akan membuat ibunya bangga. (*)



 

Loading...

More Articles