Laporan Bank Dunia Sinyal Ekonomi Indonesia Tidak Bagus

Peringatan dari Bank Dunia soal pembiayaan utang Indonesia harus ditindaklanjuti dengan serius, sehingga stabilitas ekonomi nasional bisa terus terjaga.

Begitu kaya Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat ditemui di Hotel Santika Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).

"Kalau World Bank saja sudah memberikan warning seperti itu, kan berarti sinyal kurang bagus bagi masa depan perekonomian kita," ujar Muzani.

Muzani pun menyinggung soal keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan pelaksanaan pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali.

Menurutnya, Indonesia perlu mempertimbangkan kembali niat untuk menjamu perwakilan IMF dan Bank Dunia tersebut, karena kondisi ekonomi nasional sedang tidak stabil. Apalagi, tidak banyak yang bisa diharapkan bagi Indonesia dari pertemuan itu.

Wong kemudian surat utang kita juga tidak mendapatkan kepercayaan yang full dari dunia internasional," demikian Muzani.

Berdasarkan hasil laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2018 berjudul ‘Menjelajahi Ketidakpastian’ edisi Oktober 2018, Indonesia dan Thailand merupakan negara yang berpotensi memiliki risiko pembiayaan utang akut. 

Risiko itu muncul karena nilai utang jangka pendek kedua negara itu mencapai 50 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 758,3 triliun dan 63 dolar AS miliar. (rmol.co)

Loading...

More Articles