Markas Polisi Diteror: Mako Brimob dan Mapolrestabes Surabaya

Aksi teror terjadi di markas kepolisian. Tercatat, penyerangan brutal dilakukan oleh napi teroris di Mako Brimob dan pengeboman di Mapolrestabes Surabaya.

Aksi teror pertama dilakukan di rutan cabang Lapas Salemba di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5). Ratusan napi teroris menyandera enam orang polisi selama beberapa jam.

Polisi menyebut aksi tersebut diawali ketidakpuasan salah satu napi bernama Wawan yang mengaku tidak menerima titipan makanan dari keluarganya. Aksi tersebut disebut menjadi pemicu napi teroris lain marah.

"Siang atau sore, ini kan ada makanan yang dititip keluarga. Katanya nitip ke Pak Budi (petugas). Pak Budi sedang tidak tugas atau sedang keluar, jadi dicari-cari nggak ada. Dia bikin ribut, goyang-goyang, si Wawan (menanyakan) mana titipan makanannya. Ribut, ribut, sehingga memicu yang lain," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Rabu (9/5/2018).

Aksi dari napi teroris, yang sebelumnya diketahu berhasil merebut senjata polisi, menyebabkan lima polisi tewas dan menyandera satu polisi Bripka Iwan Sarjana. Bripka Iwan sendiri akhirnya berhasil dibebaskan usai negosiasi pada pukul 00.40 WIB, Kamis (10/5).

Polisi kembali melakukan negosiasi dengan para napi teroris yang berhasil membuat 145 napi teroris menyerahkan diri, sementara 10 napi teroris lainnya masih bertahan pada Kamis (10/5). Polisi kemudian melakukan serangan terencana dan kesepuluh napi teroris yang masih bertahan akhirnya menyerah tanpa syarat.

Pada pukul 07.15 WIB, kerusuhan dinyatakan telah selesai. 145 teroris dipindahkan ke Lapas Nusakambangan akibat peristiwa tersebut. Nama polisi yang gugur adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Sementara satu napi teroris yang tewas adalah Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru.

"Operasi sudah berakhir pada pukul 07.15 WIB tadi," kata Wakapolri Syafruddin dalam jumpa pers di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5).

Aksi Teror Kembali Terjadi di Mapolrestabes Surabaya

Serangan aksi teror terjadi juga di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pukul 08.50 WIB. Aksi tersebut ditengarai dilakukan oleh satu keluarga yang tergabung dalam Jamaah Anshorut Daulah (JAD). 

Dua motor yang membawa lima orang satu keluarga diledakkan di halaman Mapolresta Surabaya. Akibat kejadian ini ayah, ibu dan dua anak meninggal, satu anak lagi yang masih kecil selamat karena terlempar.

Dari rekaman CCTV, bom tersebut meledak saat petugas sedang melakukan pemeriksaan di gerbang Mapolrestabes Surabaya. Satu keluarga yang mengendarai motor Supra dan Beat tiba-tiba meledakkan bom yang menyebabkan empat orang polisi dan enam warga jadi korban luka-luka. Kapolri mengungkap aksi ini dilakukan kelompok yang sama.

"Empat orang meninggal tapi anak itu terlempar masih selamat," kata Kapolri Tito Karnavian di Mapora Jatim, Senin (14/3).

Tito mengatakan aksi tersebut berkaitan dengan Jamaah Anshorut Tauhid (JAD). Dia menyebut aksi teror merupakan instruksi dari kelompok ISIS yang merasa terdesak.

"Yang nanya kenapa aksinya di Surabaya? Ya karena mereka mengusasi daerah ini. Kenapa mereka melakukan ini karena pimpinan mereka di Jawa Timur ditangkap, selain Aman Abdurrahman ditahan di Mako Brimob juga karena instruksi dari ISIS sentral yang terdesak," pungkasnya.

Detik.com

Loading...

More Articles