Pemerintah Akan Batasi Pembelian LPG 3 Kg Bagi Rakyat Miskin

Klikmerdeka.com - Pemerintah berencana menerapkan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi secara tertutup pada pertengahan tahun ini. Dengan skema tertutup, nantinya yang disubsidi bukan lagi tabung gas, melainkan masyarakat sebagai penerima.

Tak hanya itu, dengan aturan yang lagi digodok ini, pembelian LPG 3 kg bersubsidi kemungkinan bakal dibatasi menjadi hanya 3 tabung per bulan.

Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan pembatasan itu berdasarkan hasil wawancara dengan warga yang biasanya rata-rata membeli 3 tabung LPG 3 kg dalam sebulan.

"Menurut data, kami kan sering wawancara, rata-rata ibu-ibu pakai LPG 3 kg 2 sampai 3 tabung sebulan," kata Djoko, Jakarta, Selasa (14/1).

Dengan skema ini, nantinya harga LPG 3 kg di pasaran mengikuti harga keekonomian alias lebih mahal dari harga saat ini. Tapi, pemerintah belum menetapkan berapa harga keekonomiannya.

Djoko menyebut, kemungkinan harga keekonomian LPG 3 kg per kilogramnya mengikuti harga LPG 12 kg yang tidak disubsidi. "Samalah dengan gas 12 kg dibagi 3. Nanti kita lihat," jelas dia.

Karena itu, subsidi yang diberikan pemerintah kepada penerima langsung dikirim melalui rekening pribadi. Cara ini dilakukan agar penyaluran LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Untuk besaran nilai per subsidinya, pemerintah masih mengkaji. Sebelumnya, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK) menyebut besaran subsidi per bulannya sekitar Rp 45 ribu.

"Ini pemerintah sedang hitung apakah Rp 45 ribu itu cukup atau tidak. Yang kita pastikan bukan soal besaran harganya, tapi masyarakat benar-benar memenuhi kebutuhannya dalam satu bulan, apakah cukup dengan beli tabung sebulan 3 kali atau berapa," ujar Direktur Hilir Ditjen Migas Kementerian ESDM M. Hidayat.

Selain LPG 3 kg subsidi, yang bakal diatur penyalurannya secara ketat adalah BBM subsidi seperti Solar dan minyak tanah. Untuk BBM Solar, pemerintah sudah menugaskan PT Pertamina memasang teknologi perekaman data pengguna konsumsi BBM Solar di SPBU.

 

Loading...

More Articles