Pemprov Aceh Pesan Pesawat, DPRA: Masyarakat Sini Belum Butuh itu!

Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Bardan Sahidi mengkritik upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memesan 4 pesawat Nurtanio (N219) produksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Pembelian pesawat itu belum pernah dibahas dengan pihak legislatif.

"Masyarakat Aceh belum butuh pesawat sekarang. Sekarang yang dibutuhkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh, pemenuhan kebutuhan dasar, penurunan angka stunting dan gizi buruk. Itu dia yang dibutuhkan masyarakat Aceh," kata Bardan saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (11/12/2019).

 

Menurut Bardan, pembelian pesawat tersebut tidak pernah dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022. DPR Aceh juga tidak pernah diberitahu terkait pembelian pesawat N219.

"Gimana mau kita berikan dukungan atau menolak kalau tidak ada dalam dokumen. Artinya pemerintah ini gak ngerti apa yang harus dikerjakan," jelas anggota DPRA dari Fraksi PKS ini.

Bardan menerangkan, Fraksi PKS di DPR Aceh menolak pembelian pesawat tersebut. 

"Rakyat Aceh belum butuh pesawat," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memesan 4 unit pesawat Nurtanio (N219) produksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Diharapkan 4 unit pesawat karya anak bangsa tersebut bisa mengudara 2022.Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan pemerintah Aceh memang tengah membutuhkan pesawat perintis untuk memperbanyak sarana transportasi udara antar pulau. Mengingat saat ini frekuensi penerbangan udara di Aceh masih minim.

"Saat ini Aceh hanya punya 5 bandara (perintis) yang mana dalam satu pekan frekuensinya hanya 2 penerbangan. Kita ingin meningkatkan itu, sehingga konektivitas (udara) antar wilayah jadi prioritas," kata Nova disela-sela MoU di kantor PT DI, Kota Bandung, Senin (9/12).

Loading...

More Articles