Polisi Berpangkat Briptu Cekik dan Todongkan Pistol ke Warga di Sumut

eorang oknum polisi mencekik dan menodongkan pistol kepada seorang pemuda bernama Bima (29) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (27/1). Oknum polisi berpangkat Briptu berinisial R berusia 26 tahun.

Buntut aksi arogan itu, warga Desa Suka Makmur geram terhadap Briptu R dan hendak menghakiminya. Beruntung kepala desa Suka Makmur Suyatno langsung membawa Briptu R dan Bima ke kantor desa untuk menghindari keributan yang lebih besar.

Sementara pantaun kumparan di kantor desa, dilakukan mediasi antara Briptu R dan Bima. Mediasi selesai sekitar pukul 11.30 WIB kemudian Briptu R keluar dan langsung disoraki oleh warga.

Beberapa warga yang masih emosi sempat mencoba menghampiri Briptu R, beruntung pihak Babinsa dan aparat desa segera melerainya.

Desa Suka Makmur, Medan

Warga mengerumuni kantor Desa Suka Makmur menyampaikan aksi kekesalnya terhadap oknum polisi R di Kantor Desa Suka Makmur. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Suyatno menjelaskan peristiwa itu bermula ketika mobil milik keluarga Briptu R menabrak sepeda milik Bima pada Minggu (26/1). Setelah menabrak sepeda Bima, mobil itu langsung kabur.

Kemudian, pada Senin (27/1), Bima, melihat mobil yang menabrak sepedanya melintas di dekat rumahnya. Bima berusaha menyetop mobil itu untuk meminta pertanggung jawaban.

 

Namun mobil tersebut tetap berjalan. Karena kesal, Bima melempar kaca mobil dengan sebuah kertas undangan yang sedang dipegangnya. Mobil itu langsung berhenti. Kebetulan saat itu yang berada di dalam mobil itu adalah ibu Briptu R dan adik laki-lakinya.

"Tadi lewat jam 10.00 WIB di setop enggak berhenti, di lempar pakai undangan. Karena terkena pucuk undangan, bunyi kaca seperti di lempar batu berhentilah, ibunya kemudian memanggil anaknya yang polisi," kata Suyatno ditemui di lokasi.

Selanjutnya, ibu itu melaporkan kejadian itu kepada anaknya yang merupakan seorang polisi. Briptu R kemudian emosinya lalu menghajar Bima.

"(Anaknya) enggak terima, dipukuli korban sama polisi itu," ucap Suyatno.

Desa Suka Makmur, Medan

Warga mengerumuni kantor Desa Suka Makmur di Kantor Desa Suka Makmur. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Suyatno mengaku melihat langsung Briptu R saat menodongkan pistol ke arah Bima. Dia kemudian berinisiatif merampas pistol dari Briptu R.

"Ku dengar ada ribut-ribut dia pakai senjata langsung ku terkam. Banyak yang lihat. Bahkan bajuku ditarik bapaknya tadi. Kita ambil tindakan preventif agar tidak terjadi keributan," ujar Suyatno.

Saat ini Suyatno menuturkan baik Bima dan Briptu R telah dibawa ke Polsek Deli Tua untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

"Merwka saat ini di Polsek, terkait kasus ini Propam yang menangani. Kalau dari ke dua pihak mau damai tinggal sama-sama keluarganya. Mau damai atau tidak, terserah," ujar Suyatno.

Bima, saat ditemui kumparan tampak tidak banyak bicara setelah peristiwa itu. Namun bagian lehernya memerah seperti ada bekas cekikan.

"Saat itu langsung diacungkan pistol itu, terus dihatamnya perutku dua kali, terus dicekik aku," ujar Bima.

Desa Suka Makmur, Medan

Surat perdamaain antara R dan Bima usai bentrokan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Harahap membenarkan insiden itu. Zulkifli mengatakan baik Briptu R dan Bima memutuskan untuk damai.

"Iya sudah di mediasi sudah damai, (jadi) kalau ada yang berperkara, sesuai dengan peraturan di Mahkamah Agung bisa di mediasi," kata Zulkifli saat dikonfirmasi.

Mengenai dugaan pemukulan dan penodongan pistol, Zulkifli mengaku tidak mengetahuinya. "Enggak tahu saya soal masalah itu, yang penting sudah di mediasi mereka bersalam-salaman sudah. Kalau sudah damai setahu saya tidak ada masalah lain kalau sudah damai ya udah," ujar Zulkifli

Zulkifli mengatakan penanganan kasus ini akan diserahkan ke tempat Briptu R bertugas yakni Polsek Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

"Kalau dari kantornya yang proses tindakan disiplinnya. Polsek Beringin. Pokoknya di diproses di situ," ujarnya.

Loading...

More Articles