Prabowo Harus Segera Deklarasikan Cawapres agar Elektabilitas Naik

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera meminta Prabowo Subianto segera mendeklarasikan bakal cawapres. Tujuannya untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo menjelang Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikan Mardani setelah mengikuti paparan survei Indikator Politik Indonesia. Hasil survei menunjukkan, Joko Widodo unggul dengan elektabilitas 51,9 persen, sedangkan Prabowo memperoleh elektabilitas 19,2 persen.

"Saya yakin, suara Pak Prabowo akan naik sangat signifikan setelah 11 April ketika mendeklarasikan dirinya menjadi presiden, dan lebih naik lagi ketika mendeklarasikan cawapresnya," ujar Mardani di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

 

Mardani berharap deklarasi pendamping Prabowo dilakukan sebelum Pilkada Serentak pada 27 Juni mendatang. Secara khusus Mardani juga meminta Gerindra menjadwalkan pengumuman cawapres Prabowo pada 13 Mei, bertepatan dengan hari jadi PKS.

"Justru enaknya sebelumnya (pilkada), lebih strategis. Berharapnya 13 Mei deklarasinya," tambahnya

Sementara itu, soal elektabilitas PKS yang masih di angka 4 persen, Mardani tak mau ambil pusing. Mardani yakin elektabilitas partainya meningkat jika Prabowo mendeklarasikan pasangannya, yang diharapkan berasal dari PKS.

"Ya, memang kan belum diumumkan pasangan. Kalau sudah dideklarasikan cawapres, PKS naik," ujar Mardani.

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terhadap elektabilitas bakal calon presiden 2019. Hasilnya, elektabilitas petahana Joko Widodo masih mengungguli sejumlah nama pada survei Pilpres 2019.

Survei tersebut dilakukan pada 25-31 Maret 2018. Survei dilakukan kepada 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random samplingMargin of error survei kurang-lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Indikator Politik Indonesia mengumpulkan data dengan wawancara lewat tatap muka. Hasil untuk pertanyaan terbuka (top of mind) sebagai berikut:

1. Jokowi 51,9%

2. Prabowo 19,2%

3. Anies 2,2%

4. AHY 2,0%

5. Gatot 1,7%

6. Hary Tanoe 1,4%

7. JK 1,0

Tidak tahu/tidak menjawab 12,7%

More Articles