Presiden Tunjuk Moeldoko Untuk Memberikan Solusi Terkait Persoalan Aceh

Klikmerdeka.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menunjuk Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dirinya dengan tokoh Aceh. Hal itu disampaikan Moeldoko kepada wartawan usai mengikuti pertemuan antara tokoh Aceh dengan Jokowi.

Tokoh Aceh yang dipimpin Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar mengadakan pertemuan khusus dengan Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

Pada pertemuan itu Malik Mahmud didampingi sejumlah petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) dan pejabat daerah, yaitu Muzakir Manaf atau Mualem, Darwis Jeunieb, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas dan Ketua DPRA Aceh Dahlan Jamaluddin, serta Staf Khusus Wali Nanggroe, Rafiq.

Malik Mahmud menyampaikan sejumlah persoalan terkait belum terimplementasinya beberapa butir MoU Helsinki. Adapun poin-poin MoU yang belum selesai, kata Wali Nanggroe, misalnya soal bendera dan lambang, persoalan tapal batas Aceh, pertanahan dan beberapa poin-poin lain sebagaimana tertera dalam perjanjian MoU Helsinki. 

“Ini harus diperhatikan bersama, bagaimana untuk diselesaikan semuanya,” kata Malik Mahmud, di hadapan Jokowi, yang didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Wantimpres, Wiranto.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, dirinya telah menerima instruki dari Presiden untuk memberikan solusi terkait persoalan Aceh.  

Ia diminta untuk menangani berbagai isu yang telah disampaikan dan dalam tiga bulan ke depan, sudah ada formula-formula yang bisa menjadi solusi.

Mewakili Presiden, Moeldoko juga menanggapi terkait harapan pembangunan dan ekonomi Aceh yang belum signifikan selama 15 tahun perjanjian damai antara RI dan GAM. 

“Dalam 15 tahun ini kan, pembangunan Aceh juga tidak signifikan, dan masyarakat Aceh merasakan kurang adanya perubahan. Kita akan koordinasi dengan tim yang ada di Aceh untuk membuat langkah-langkah,” kata Moeldoko.

[ basajan.net ]

Loading...

More Articles