Qantas Maskapai Teraman Tahun Ini, Garuda Tak Masuk Peringkat

Klikmerdeka.com - Selain harga, keselamatan juga menjadi faktor terpenting bagi seseorang untuk memesan tiket pesawat.

Tahun ini AirlinesRating.com kembali merilis daftar terbaru mengenai maskapai dengan faktor keselamatan terbaik.

Dalam menyusun daftarnya, mereka mengkurasi faktor keselamatan yang diterapkan oleh 405 maskapai di seluruh dunia.

Maskapai Qantas menempati peringkat teratas dari tahun 2014 sampai 2017.

Pada tahun 2018, AirlinesRating.com tidak menemukan yang terbaik karena nilai kurasi 20 maskapai dirasa sama, sehingga daftar yang disusun hanya berdasarkan alfabet.

Namun pada tahun ini, Qantas kembali berada di peringkat teratas karena dirasa faktor keselamatannya terbaik dibandingkan 19 maskapai lainnya.

Pemeringkatan memperhitungkan beragam faktor, termasuk audit dari badan penerbangan dan pemerintah, catatan kecelakaan dan insiden serius, usia armada, kondisi keuangan perusahaan, pelatihan pilot dan budaya sesama pekerja.

Mereka tidak menilai insiden yang dirasa kecil, karena "semua maskapai memiliki insiden setiap hari," kata Geoffrey Thomas, pemimpin redaksi situs web yang berbasis di Australia itu.

"Kami lebih melihat manajemen penanganan insiden," lanjutnya, seperti yang dikutip dari KM Travel pada Rabu (15/1).

"Qantas telah menjadi maskapai terkemuka di hampir setiap terobosan sistem keselamatan selama 60 tahun terakhir."

Maskapai Air New Zealand berada di peringkat ke-dua, EVA Air berada di peringkat ke-tiga, dan Etihad Airways - yang baru masuk peringkat pada tahun ini, berada di peringkat ke-empat.

Penghungi 10 besar daftar tersebut ialah; Qatar Airways, Singapore Airlines, Emirates, Alaska Airlines, Cathay Pacific dan Virgin Australia.

Sementara penghuni peringkat di bawahnya adalah; Hawaiian Airlines, Virgin Atlantic, TAP Air Portugal, SAS, Royal Jordanian, Swiss, Finnair, Lufthansa, Aer Lingus dan KLM.

Yang gagal masuk daftar maskapai dengan faktor keselamatan terbaik pada tahun ini British Airways, ANA, American Airlines, United, Japan Airlines, dan Delta meski mereka masuk daftar pada tahun lalu.

Thomas mengatakan British Airways turun peringkat karena "umur armada dan jumlah insiden ... yang memang tidak mengancam jiwa tetapi jumlahnya lebih banyak dari maskapai lain."

Maskapai lain juga mengalami beberapa inside, seperti insiden pilot yang diduga mabuk di United, American, Delta, JAL dan ANA.

Thomas memuji inovasi Qantas, termasuk "keberhasilan penerbangan luar biasa dari Perth ke London dengan layanan nonstop Boeing 787" serta penerbangan uji coba London-Sydney dan New York-Sydney baru-baru ini.

Maskapai ini juga telah memerintahkan 12 Airbus A350 untuk beroperasi tanpa henti antar kota.

Dia juga mencatat ada "tidak banyak perbedaan di antara peringkat 10 besar", tetapi "perbedaan besar terasa antara peringkat 10 hingga 20."

AirlinesRating.com juga telah merilis daftar maskapai berbiaya murah dengan faktor keselamatan terbaik di dunia.

Nilai kurasinya sama, sehingga peringkat dibuat berdasarkan alpabet, yakni; Air Arabia, Flybe, Frontier, HK Express, IndiGo, Jetblue, Volaris, Vueling, Westjet dan Wizz Air.

Sayangnya maskapai Indonesia, Garuda Indonesia dan Lion Air tidak masuk daftar 20 besar pada tahun ini.

Berikut daftar lengkap 20 maskapai penerbangan teraman di dunia versi AirlinesRating.com pada tahun 2020:

1: Qantas
2: Air New Zealand
3: EVA Air
4: Etihad Airways
5: Qatar Airways
6: Singapore Airlines
7: Emirates
8: Alaska Airlines
9: Cathay Pacific
10: Virgin Australia
11: Hawaiian Airlines
12: Virgin Atlantic
13: TAP Air Portugal
14: SAS
15: Royal Jordanian
16: Swiss
17: Finnair
18: Lufthansa
19: Aer Lingus
20: KLM

 

Loading...

More Articles