Sahamnya Dikoleksi Asabri, Prima Cakrawala Abadi Buka Suara

Klikmerdeka.com - Salah satu perusahaan asuransi milik negara, Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia alias Asabri berinvestasi saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) untuk memutar uang nasabah. Sayangnya, harga saham perusahaan yang bergerak di sektor perikanan ini menurun drastis dalam setahun terakhir.

Berdasarkan data RTI, Rabu (15/1) saham PCAR sempat mencapai harga tertinggi sebesar Rp 5.350 per lembar saham pada 1 Januari 2019. Harga tersebut pun terus menerus turun. Hingga hari ini, Rabu (15/1), harga saham merosot ke Rp 338 per lembar saham.

PCAR kemudian dihubung-hubungkan dengan kasus Asabri yang diketahui melakukan penempatan dana investasi di saham-saham berisiko tinggi dan tidak likuid. Dalam beberapa hari terakhir, PCAR juga disebut-sebut dalam daftar saham gorengan milik perusahaan asuransi itu.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PCAR Raditya Wardhana mengaku tidak tahu menahu soal kasus Asabri. Pun soal harga saham yang sempat naik drastis lantas terkapar, Raditya mengaku tak tahu menahu terkait hal tersebut.

“Kami juga kurang paham terkait dengan fluktuasi harga saham kami sehingga menyebabkan adanya suspend saham PCAR. Dan terkait dengan Asabri pun itu kayaknya juga terjadi di market dan kita enggak terlalu paham pergerakan di pasar modal itu sendiri,” ungkap Raditya saat Public Expose Insidentil di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/1).

PCAR merupakan emiten yang fokus pada pengolahan distribusi hasil perikanan (rajungan/kepiting biru), industri pengolahan hasil perikanan (cold storage), serta usaha dalam bidang perdagangan pada umumnya, termasuk impor, ekspor, interinsulair dan lokal dari segala macam barang atau jasa yang dapat diperdagangkan.

Pangsa pasar utama perseroan adalah Amerika Serikat dengan lokasi yang tersebar di beberapa negara yaitu Florida dan Baltimore. Perseroan saat ini hanya memiliki satu pabrik yang berlokasi di Makassar.

Di PCAR, per Desember 2019, Asabri memiliki 293.285.543 saham atau sekitar 25,14 persen.

 

Loading...

More Articles