Sering Lembur, Mana yang Lebih Bahaya: Kurang Tidur atau Banyak Duduk?

Pekerjaan yang menumpuk serta deadline yang terlalu singkat kadang membuat orang terpaksa bekerja lebih keras. Hal ini biasanya disiasati dengan menambah jam kerja hingga akhirnya begadang tengah malam dan duduk terus-terusan.

Kita tahu bahwa kebiasaan ini dapat mengancam kesehatan. Nah, bagi pekerja kantoran yang sering lembur seperti itu, kira-kira mana yang lebih berbahaya, kurang tidur atau terlalu banyak duduk?

"Kurang tidur dan terlalu banyak duduk dua-duanya nggak bagus. Kurang tidur menyebabkan rendahnya kadar melatonin dalam tubuh sehingga menyebabkan irama sirkadian terganggu yang berisiko gangguan konsentrasi bahkan menimbulkan kecelakaan kerja," kata ahli jantung, dr Isman Firdaus, saat dihubungi detikHealth.

Selain itu, imbuh dr Isman, rendahnya kadar melatonin dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh dan memicu hipertensi yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Kemudian, dr Isman menyebut, duduk yang berkepanjangan saat bekerja menyebabkan darah menjadi stasis di tungkai yang selanjutnya dapat memburuk sehingga terjadinya sumbatan bekuan darah di tungkai atau disebut DVT (deep vein thrombosis).

Bekuan darah di tungkai yang berat dapat berakibat fatal atau kematian apabila bekuan darah di tungkai terlepas menuju pembuluh darah paru yang menyebabkan sumbatan pembuluh paru-paru (emboli paru).

"Dianjurkan agar pekerja duduk dengan ergonomis saat bekerja dan biasakan untuk melakukan senam peregangan setiap 2 jam bekerja selama 2 menit untuk menghindari DVT," pesan dr Isman.

More Articles