Taliban: Mantan Kombantan yang Siap Bertempur di Parlemen Aceh

 

Taliban adalah nama samaran yang disandang oleh H. Abdul Muthalleb, S.Sos,. M.A.P, pada saat dibarisan GAM tempo dulu. Hingga kini, lakap Taliban masih begitu akrab dengan Wakil DPRK Aceh Utara tersebut. Orang-orang yang mengenalnya lebih mudah memanggil nama samaran saat konflik ketimbang memanggil nama aslinya. 

Sepertinya, yang punya namapun tidak begitu mempersoalkan dengan panggilan, mungkin karena terasa nyaman bagi yang memanggil sehingga dia ikut merasa nyaman. Samaran pada masa konflik, bukanlah hal untuk main-main atau sekedar cari sensasi. Tentu, ada keterpaksaan sehingga seseorang harus menyamarkan namanya demi menhindari dari malapetaka yang tidak diinginkan.

Sudah pasti terbentas dibenak kita, penyandang nama samaran masa konflik merupakan individu yang mengisi setiap ritme masa suram saat itu. 

Taliban adalah salah seorang yang mengisi ritme itu dengan berpegang pada prinsip yang kukuh, yang melekat hingga konflik berkesudah.

Setelah konflik berlalu, dia tidak berhenti dengan cita-cita memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, karena arus telah berubah, diapun ikut beradaptasi didalamnya. Setelah meninggalkan segala atribut perang, dia mengalihkan keatribut politik, di bawah partai mewarisi pejuangan sebelumnya, yaitu Partai Aceh.

 

Taliban merupakan sosok yang gigih dengan prinsipnya, sehingga pada Pileg 2014 dia percaya oleh partainya untuk ikut serta sebagai Caleg pada saat itu, hasilnya tenyata sangat memuaskan, dia berhasil mendulang kepercayaan dari masyarakat di Dapil yang menjadi basisnya. Tidak hanya disitu, Taliban juga piawai dalam memainkan pencaturan politik, sehingga dia berhasil menempatkan diri pada posisi wakil ketua DPRK Aceh Utara.

 

Selama di kursi DPRK, Taliban telah merelisasikan berbagai aspirasi masyarakat di daerah pasee, baik berupa pembangunan infrastruktur, pedidikan, sosial, budaya dan agama.

 

Berkat kiprahnya yang dianggap telah berhasil memperjuangkan berbagai aspirasi yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga segenap tokoh masyarakat di wilayah pase mendorong nya untuk maju ke Parlemen Aceh (DPRA), dengan harapan ada yang menjembatani aspirasi masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Masih partai yang sama ketika menuju DPRK, Taliban akan menuju DPR Aceh melalui Partai Aceh.

Semoga dengan berkat restu dan dukungan masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe, Taliban akan melanjutkan perjuangannya di Parlemen Aceh.

 

Loading...

More Articles