The Nun: Valak Berhak Dapat Perlakuan Lebih Baik

Klikmerdeka - Masih ingat akhir riwayat Valak dalam Conjuring 2 (2016)? Ia lenyap ditelan gelap cuma karena Lorraine Warren (Vera Farmiga), sang tokoh utamanya, bilang begini: “Aku tahu siapa kau, kau adalah Valak, blablablabla..”

Sepulang menonton, para penduduk Republik Internet ramai-ramai menghujat kematian konyol si hantu dengan riasan ala Marylin Manson dan kostum biarawati itu. Sebagian lain punya waktu luang bikin meme-meme lucu. Untuk beberapa saat, Valak memang langsung jadi pesohor. Terlepas dari debat apakah Conjuring 2 film yang baik atau buruk, atau apakah kematian Valak pantas ditertawakan atau tidak, faktanya suster bermuka reot ini memang menjelma jadi figur fiksi populer.

Tak salah jika ide mengkapitalisasinya terbersit di kepala James Wan, sutradara kelahiran Malaysia yang populer setelah membikin berjilid-jilid film horor-slasherSaw.

Ia memutuskan cerita Valak akan khusus diangkat dalam The Nun, film kelima dalam semesta The Conjuring. Ceritanya berlatar di Rumania pada 1952. Seorang peternak tak sengaja menemukan mayat seorang biarawati yang mati bunuh diri karena gantung diri. Petinggi Vatikan geger. Kematian itu dianggap tidak wajar dan misterius, sebab para suster harusnya tahu kalau bunuh diri adalah dosa besar dalam ajaran Katolik.

Vatikan mengirim Father Burke (Demián Bichir), seorang eksorsis dari Eropa Selatan, untuk menyelidiki kematian tersebut. Sebelumnya ia diperintahkan menjemput Suster Irene (Taissa Farmiga), seorang calon biarawati yang belum disumpah untuk menemaninya dalam investigasi tersebut. Vatikan cuma memberi alasan misterius ala film horor: “Semua hal terjadi untuk sebuah alasan, kau akan tau pada saatnya, Pastor,” kata seorang petinggi pada Burke.

Sampai di sini, karakter Suster Irene jadi menarik. Elemen misterius yang ditanam padanya bisa berubah jadi macam-macam horor di tengah-tengah atau mungkin ujung film. Saya bersiap dilempar twist. Beberapa menit kemudian, kita bahkan diberi informasi kalau Suster Irene dianggap ayahnya gila karena punya bakat cenayang. Saya makin siap dilempar kejutan-kejutan menarik yang mungkin datang dari karakter ini. Misalnya: ternyata Valak adalah Suster Irene, atau Suster Irene adalah cikal bakal Lorraine Warren, atau mungkin saudaranya.

Meski bukan film yang disutradarai Wan (sutradaranya: Cornin Hardy), The Nun tetap saja ada di semesta The Conjuring. Rasanya tak berlebihan untuk berharap The Nun mempersiapkan naskah rapi buat Valak. Maksudnya, cara Valak mati di Conjuring 2yang memang susah untuk tidak ditertawakan, mungkin bisa diselamatkan film ini.

Beberapa film waralaba The Conjuring memang mengerikan dan dirakit dengan ranjau-ranjau horor yang apik. Misalnya cerita tentang Bathsheba yang menghantui keluarga Perron. Rasanya susah melupakan bunyi clap-clap, suara tepuk tangan si setan yang susah ditebak munculnya. Horor buat anak-anak yatim piatu di Annabelle: Creation (2017) juga susah bikin tidur nyenyak.

Sayangnya, The Nun tak lebih dari sekadar film bising yang gampang ketebak. Banyak sekali adegan ketika karakter di film ini menoleh ke salah satu sudut, yang kemudian diikuti mata kamera, dan saat kepalanya kembali ke posisi semula, sesosok setan dan semacamnya muncul di layar. Tentu dilengkapi latar suara yang cetar membahana.

Timbunan jumpscare cemen ini muncul banyak sekali. Hingga bukannya terkejut, hidung kita sudah bisa menciumnya bahkan seribu langkah sebelum adegan itu datang.

Tak ada cerita tentang bagaimana hantu Valak bisa lahir. Hantu yang diperankan aktris Bonnie Aarons ini bahkan lebih galak dan main kasar di Conjuring 2, ketimbang di film yang memang khusus dibuat untuk dirinya sendiri.

Ia tampil sedikit sekali. Beberapa kali bergentayangan di lorong, dan dalam adegan terakhir—yang cuma beberapa menit—mencekik Suster Irene serta Frenchie (Jonas Bloquet), peternak yang di awal film menemukan mayat biarawati.

Ujung riwayat Valak juga tak kalah menggelikan dari film pertama yang membawanya jadi pesohor. Ia tewas karena disiram darah Yesus Kristus. Bukan penyebabnya yang bikin lucu, tapi adegan ketika muka setan ini meleleh setelah Suster Irene berhasil mengelabui Valak dengan pura-pura mati, agar bisa menyiramkan relikui itu. Maksudnya, untuk setan dengan kekuatan akbar macam Valak—yang bisa bikin semua biarawati di sebuah biara besar di Rumania tewas—mati karena tipuan kecil jadi terasa… ya, menggelikan.

Padahal di dunia nyata, Valak punya reputasi. Dikutip dari Week in Weird, kitab The Lesser Key of Solomon yang dibikin pada abad ke-17, sosok Valak atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac dikenal dengan nama lain Great President of Hell alias Presiden Agung Neraka.

Jika dibandingkan dengan sosoknya dalam semesta Conjuring, reputasi tampilan Valak juga sangat berbeda. Dalam kitab tersebut, ia digambarkan mengendarai naga berkepala dua. Valak berwajah seperti seorang anak kecil, mempunyai sayap, dan jauh lebih menakutkan daripada seorang biarawati dengan dandanan musisi rock.

Dilansir dari Bustle, sebuah kitab kuno bahkan menggambarkan Valak sebagai komandan lebih dari 30 pasukan setan. “Volac, atau Valak, atau Valu adalah pemimpin yang kuat dan agung. Ia tampil seperti anak dengan sayap malaikat, menunggang seekor naga berkepala dua. Tugasnya adalah memberi jawaban di mana harta yang dicari tersembunyi. Yang akan dia bawa kepada Exorciser,” tulis Sophie McEvoy.

Valak harusnya tak cuma bisa menerbangkan lego atau membuat salib di dinding terbalik. Konon iblis ini mampu membuat hal-hal mengerikan lainnya. Ia sering dicari-cari penyembah ilmu gaib demi pesugihan atau untuk belajar sihir. Sayang, semua reputasi badass ini tak ditampilkan dengan baik dalam The Nun.

Meski bukan cuma resensi Tirto yang merepet tentang betapa mengecewakannya treatment horor dalam film ini, para penonton sepertinya tidak peduli. Tiga hari pertama penayangannya, The Nun sudah banjir duit dengan 53,4 juta Dolar AS. Di AS saja, ia berhasil mendapat tambahan 77,5 juta Dolar. 

Hardy, sang sutradara, dan James Wan sebagai bapak dari semesta Conjuring harusnya tak cuma tersenyum lebar karena angka-angka tersebut. Jika mereka tak terlalu peduli pada pendapat penonton, apalagi mulut pedas para kritikus untuk menyuguhkan naskah yang baik, setidaknya mereka harus peduli pada reputasi Valak sendiri.

Apakah marwahnya sebagai iblis super-seram memang ingin disetarakan dengan selebritas meme belaka?

(tirto.id - Film) 

More Articles