Wall Street Ditutup Mendatar, Amazon Bukukan Kinerja Positif

Wall Street bergerak mendatar pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Saham Amazon menjadi pemimpin penguatan di sektor konsumsi.

Mengutip Reuters, Sabtu (28/4/2018), indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq bergerak menguat tipis sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) tertekan pada akhir sesi perdagangan.

Tercatat, Dow Jones Industrial Average turun 11,15 poin atau 0,05 persen menjadi 24.311,19. Untuk S&P 500 naik 2,97 poin atau 0,11 persen menjadi 2,669.91 dan Nasdaq Composite menambahkan 1,12 poin atau 0,02 persen menjadi 7.119,80.

Ketiga indeks acuan di bursa saham Amerika Serikat (AS) ini bergerak sangat fluktuatif pada perdagangan Jumat, setelah pada dua hari sebelumnya mencetak kinerja positif.

Chief executive officer Horizon Investment Services, Hammond, Indiana, AS, Chuck Carlson menjelaskan, pasar sepertinya tidak bisa memutuskan apa yang akan dilakukan pada perdagangan hari ini.

"Ada beberapa sentimen tetapi tidak begitu kuat sehingga membuat pelaku pasar sedikit menahan diri," jelas dia.

Departemen Perdagangan AS menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal pertama 2018 ini karena belanja konsumen tumbuh pada laju terlemah dalam lima tahun terakhir.

Tetapi jika dilihat dari kenaikan upah pekerja dan juga penurunan tarif pajak yang dilakukan pada akhir 2017 kemarin, kemungkinan perlambatan laju belanja konsumen ini hanya sementara.

Imbal hasil surat utang AS kembali turun karena data pertumbuhan ekonomi tersebut. Bank Sentral AS tetap akan menaikkan suku bunga acuan tetapi dengan tetap menjaga angka inflasi.

Lebih dari separuh perusahaan yang terdaftar dalam indeks S&P 500 telah mengeluarkan laporan keuangan kuartal pertama 2018. Lebih dri 79 persen diantaranya mengalahkan perkiraan dari analis atau dari konsensus yang ada.

Saat ini, analis memperkirakan pertumbuhan laba pada kuartal I 2018 di naik 24,6 persen, di atas perkiraan sebelumnya.

Amazon.com memimpin penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq pada perdagangan Jumat sehingga mendorong kedua indeks tersebut ke zona hijau.

Microsof naik 1,7 persen karena tumbuhnya layanan cloud computing.

Loading...

More Articles